Program EMAS berfokus pada tiga prioritas, yaitu:

Perbaikan Kualitas Layanan

EMAS menitikberatkan diri pada peningkatan kualitas penanganan di fasilitas kesehatan. Dengan penerapan serangkaian intervensi yang tepat sasaran dan sarat guna, EMAS mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi baru lahir, diantaranya:

  • Meningkatkan ketangkasan klinis dan perbaikan sistem tata kelola klinis Puskesmas dan RSUD.
  • Memastikan bahwa rumah sakit dan Puskesmas mampu dan bertanggungjawab menyediakan layanan bermutu untuk menangani keadaan-keadaan darurat terkait ibu dan bayi.
  • Memastikan bahwa dalam keadaan-keadaan darurat, wanita hamil dan bayi dikirim ke sarana kesehatan yang memadai secara tepat waktu, lengkap dengan perawatan penyelamat nyawa saat menuju ke rumah sakit.
website9
website10

Penguatan Sistem Rujukan

Dalam luasnya keberagaman kondisi darurat kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa-masa sesudahnya, nyawa dapat diselamatkan dengan campur tangan sederhana. Tetapi tetap saja ada banyak ibu di Indonesia yang meninggal akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah seperti, misalnya, terlambatnya perawatan. Sistem perujukan yang efektif dapat mengurangi penundaan dan menyelamatkan banyak nyawa dengan memastikan kedekatan hubungan antara semua jenjang dalam sistem kesehatan, misalnya antara Puskesmas dengan rumah sakit kabupaten.

Lemahnya sistem perujukan di Indonesia ditengarai menjadi halangan utama dalam upaya mengurangi angka kematian ibu dan bayi. EMAS berkonsentrasi untuk memastikan bahwa wanita hamil dan anak yang 

baru lahir datang ke fasilitas kesehatan yang memadai secara tepat waktu, dan memperoleh perawatan penyelamat nyawa saat komplikasi terjadi. Untuk melakukannya, kami berfokus pada:

  • Memperbaiki dan memperkuat jalinan antara rumah sakit dan Puskesmas menggunakan teknologi berbasis web dan ponsel sederhana untuk meningkatkan komunikasi, memperpendek waktu perujukan, dan memastikan pasien distabilkan kondisinya.
  • Menetapkan sekumpulan standar dan audit berkala yang dapat membantu pihak kabupaten untuk mengenali dan memantau semua kelebihan dan kekurangan dalam sistem perujukan dan memastikan dibuatnya kebijakan dan standar pelayanan yang sesuai.
  • Mengurangi halangan keuangan dan memastikan semua orang punya akses setara untuk memperoleh jaminan sosial.

Penguatan Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah komponen inti dari sebuah sistem kesehatan yang berkualitas. Pranata-pranata akuntabilitas dapat menjamin bahwa pemerintah, penyedia jasa kesehatan dan yang lainnya mampu memegang tanggung jawab untuk menyediakan perawatan klinis yang bermutu, menempatkan sumber daya dengan tepat, dan menjamin ketersediaan akses pelayanan yang baik dan tepat waktu bagi semua orang yang membutuhkannya.

EMAS berperan dalam menempatkan mekanisme yang membangun akuntabilitas di berbagai jenjang dalam sistem kesehatan. Pendekatan yang diterapkan EMAS membangun akuntabilitas di dalam fasilitas kesehatan itu sendiri, dan juga institusi pemerintah lain yang terkait, serta mendorong keikutsertaan masyarakat dalam keseluruhan prosesnya.

Selain sepaket langkah-langkah peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan seperti standar penyelenggaraan klinis, EMAS membantu memastikan adanya sistem dan tata cara yang memadai untuk menerima dan menanggapi umpan balik yang berkenaan dengan mutu layanan, contohnya adalah melalui SMS-based Citizen Gateway, SIGAPKU.

Seringkali fasilitas kesehatan tak sadar bahwa mereka mampu meningkatkan mutu layanan dengan sumber daya yang telah mereka miliki. Masalah datang dari sisi pasokan, yang terhalang oleh hal-hal seperti kebijakan dan anggaran. Dalam kasus seperti ini, bantuan dari pihak luar sangatlah dibutuhkan. EMAS membantu mendirikan dan menguatkan kelompok-kelompok kerja yang sudah ada sebelumnya, yaitu Pokja. Pokja berisikan orang-orang berpengaruh yang mampu menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat dan menemukan solusi bagi masalah di bidang pasokan untuk penyediaan pelayanan.

Rendahnya ekspektasi dan pengetahuan akan patokan mutu pelayanan yang wajar demi kepentingan penerima layanan dapat menjadi rintangan bagi para penyedia jasa kesehatan dan pemerintah, yang bertanggungjawab memberikan pelayanan terbaik untuk semua masyarakat. Untuk membantu melewati rintangan ini, EMAS memfasilitasi proses perumusan dan penyebarluasan piagam layanan, yang berfungsi sebagai persetujuan antara masyarakat dan fasilitas-fasilitas kesehatan dan menguraikan pengharapan atas ketersediaan layanan.

Keterlibatan warga sangat penting untuk menjamin tingginya tingkat akuntabilitas. EMAS menggunakan dua mekanisme berbasis masyarakat untuk memastikan warga turut serta dalam menjaga agar fasilitas-fasilitas kesehatan dan juga pemerintah tetap memiliki akuntabilitas untuk melayani. EMAS bergerak melalui kelompok-kelompok berbasis masyarakat dan musyawarah-musyawarah kemasyarakatan untuk memperluas partisipasi publik, sekaligus sebagai badan berbasis masyarakat untuk mengawasi mutu.